Dendam Membara CJNG: Fakta di Balik Perseteruan Berdarah dengan Los Viagras

Perang Tanpa Akhir: Rantai Dendam Kartel CJNG dan Los Viagras - Salah satu konflik paling berdarah yang terus membara hingga saat ini adalah perseteruan antara Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) dan kelompok Los Viagras. Perselisihan ini bukan sekadar berebut jalur distribusi narkotika, melainkan sebuah rantai dendam pribadi yang melibatkan eksekusi-eksekusi sadis sebagai bentuk pesan teror bagi lawan.

Dokumenternya

Channel Bahas Video Viral
Facebook

Konflik yang dibahas dalam dokumenter ini berakar dari sebuah peristiwa pada tahun 2021, di mana seorang anggota penting dari CJNG yang dikenal dengan julukan El Siri, menjadi korban kekejaman Los Viagras. Kematian El Siri yang direkam dan disebarluaskan oleh Los Viagras memicu kemarahan besar di kubu CJNG. Sejak saat itu, perintah dari pimpinan pusat CJNG sangat jelas: buru setiap anggota Los Viagras hingga ke lubang persembunyian terdalam.

Strategi Perburuan Senyap CJNG

Meskipun CJNG dikenal memiliki kekuatan militer yang masif, mereka memilih strategi yang lebih taktis untuk membalaskan dendam El Siri. Alih-alih melakukan penyerangan frontal yang berisiko mengurangi jumlah personel dan menghabiskan persediaan peluru, CJNG memutuskan untuk melakukan penyergapan satu per satu. Mereka memantau pergerakan anggota Los Viagras dan menangkap mereka saat berada dalam posisi lemah atau sendirian di tempat persembunyian.

Pada bulan Mei 2022, perburuan ini membuahkan hasil. Anggota CJNG berhasil menyergap seorang pemuda yang diidentifikasi sebagai anggota Los Viagras di sebuah jalanan di Meksiko. Penangkapan ini menjadi awal dari mimpi buruk yang jauh lebih mengerikan daripada apa yang dialami oleh El Siri. CJNG berniat menjadikan pemuda ini sebagai simbol pembalasan yang nyata dan mengirimkan pesan bahwa setiap nyawa anggota mereka yang hilang akan dibayar dengan penderitaan yang berlipat ganda.

Eksekusi Brutal yang Melampaui Batas Nalar

Proses eksekusi yang dilakukan CJNG terhadap anggota Los Viagras ini tercatat sebagai salah satu yang paling sadis. Untuk memastikan korban merasakan setiap detik penderitaannya, para algojo CJNG menyuntikkan cairan khusus ke tubuh korban. Cairan ini berfungsi untuk menjaga kesadaran korban agar tidak jatuh pingsan akibat rasa sakit yang luar biasa atau syok traumatis. Ini adalah metode yang sering digunakan kartel untuk memperpanjang durasi penyiksaan.

Setelah mengalami berbagai jenis penyiksaan yang di luar nalar manusia, hingga korban tewas. tubuhnya yang sudah tidak utuh tersebut dibuang begitu saja di kawasan hutan hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi membusuk.

Analisis Kekuatan: Dominasi CJNG di Medan Perang

Saat ini, CJNG diakui sebagai kartel paling dominan dan terkuat di Meksiko. Keunggulan mereka terletak pada wilayah kekuasaan yang sangat luas dan dukungan logistik yang luar biasa. Jika dibandingkan dengan Los Viagras, pasukan CJNG dibekali dengan persenjataan yang jauh lebih canggih dan lengkap, bahkan seringkali menandingi perlengkapan militer resmi pemerintah.

Secara teoritis, jika terjadi perang terbuka antara kedua kelompok ini, CJNG diprediksi akan menang secara kuantitas dan kualitas persenjataan. Namun, pimpinan CJNG sangat menyadari risiko dari perang terbuka. Kehilangan banyak tentara dan amunisi dalam satu pertempuran besar akan membuat posisi mereka rentan terhadap serangan dari kartel besar lainnya, seperti Kartel Sinaloa, Los Zetas, atau Gulf Cartel, yang selalu siap mengambil alih wilayah kekuasaan jika kekuatan CJNG melemah. Oleh karena itu, strategi penculikan dan eksekusi individu tetap menjadi pilihan utama mereka dalam menjalankan roda balas dendam.

Realitas Meksiko: Negara dalam Cengkeraman Kartel

Peristiwa ini hanyalah satu dari ribuan potret kelam kehidupan di Meksiko, di mana hampir seluruh wilayahnya kini berada di bawah kendali berbagai organisasi kriminal. Kartel-kartel ini tidak lagi hanya berfokus pada bisnis narkotika, tetapi telah merambah ke perdagangan senjata ilegal, pemerasan, hingga kontrol terhadap sumber daya lokal. Masyarakat sipil seringkali terjebak di tengah-tengah perseteruan berdarah ini, tanpa perlindungan yang memadai dari otoritas.

Rantai dendam antara CJNG dan Los Viagras ini membuktikan bahwa di dunia gelap kartel, tidak ada ruang untuk pengampunan, dan kekerasan akan selalu dibalas dengan kekerasan yang lebih kejam. Pelajaran pahit dari Iguala hingga wilayah konflik lainnya di Meksiko adalah bahwa selama sistem korupsi dan perdagangan ilegal masih berjalan, genosida sunyi antar kartel ini akan terus memakan korban.

Belum ada Komentar untuk "Dendam Membara CJNG: Fakta di Balik Perseteruan Berdarah dengan Los Viagras"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Recommended for you