Kejatuhan Sang Diktator: Detik-Detik Muammar Khadafi Terdesak NATO Hingga Tewas di keroyok Rakyatnya sendiri

Kejatuhan Sang Diktator  Muammar Khadafi - Dunia pernah dikejutkan oleh sebuah rekaman amatir yang sangat brutal pada tahun 2011. Rekaman tersebut menunjukkan akhir hidup dari Muammar Khadafi, pria yang telah memimpin Libya dengan tangan besi selama lebih dari 42 tahun. Kematian Khadafi bukan sekadar akhir dari seorang pemimpin, tetapi juga simbol runtuhnya sebuah era di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Gelombang protes yang dikenal sebagai Arab Spring melanda Libya pada awal 2011. Rakyat yang jenuh dengan pemerintahan Khadafi yang dituduh diktator dan otoriter mulai turun ke jalan. Khadafi dituduh telah secara sistematis melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap rakyatnya sendiri demi mempertahankan kekuasaan.
Dokumenternya

Channel Bahas Video Viral
Facebook

Konflik ini dengan cepat berubah menjadi perang saudara antara pasukan loyalis Khadafi dan pemberontak yang tergabung dalam Dewan Transisi Nasional (National Transitional Council atau NTC). 

Kekuatan pemberontak semakin besar setelah mendapatkan bantuan serangan udara dari pasukan NATO, yang membuat Khadafi terdesak dari ibu kota Tripoli. Setelah Tripoli jatuh ke tangan pemberontak pada Agustus 2011, Khadafi melarikan diri ke kota kelahirannya, Sirte. 

Di kota ini, ia mencoba bertahan bersama pasukan setianya. Namun, pada 20 Oktober 2011, konvoi kendaraan yang membawanya mencoba keluar dari Sirte untuk menghindari kepungan. Sialnya, konvoi tersebut diserang oleh pesawat tempur NATO.

Terdesak karena kendaraannya hancur, Khadafi bersama pengawalnya bersembunyi di sebuah saluran drainase besar di bawah jalan raya. Di tempat yang kotor dan lembap inilah sang "Raja Segala Raja Afrika" akhirnya ditemukan oleh pasukan pemberontak NTC.

Video yang beredar memperlihatkan adegan yang sangat memilukan bagi seorang mantan pemimpin negara. Khadafi ditangkap oleh puluhan orang dalam kondisi terluka. Dalam keadaan babak belur, ia terlihat ditarik-tarik, dipukuli, dan dipermalukan oleh massa yang penuh kemarahan.

Khadafi sempat berteriak menanyakan apa kesalahan yang ia perbuat, namun amarah massa sudah tidak terbendung. Menurut laporan video tersebut, Khadafi akhirnya dieksekusi menggunakan sebuah senjata berlapis emas, yang ironisnya merupakan simbol kemewahan dan kekuasaannya dulu. Khadafi dinyatakan tewas dengan luka tembak di kepala dan tubuh.

Setelah Khadafi tewas, jasadnya tidak langsung dimakamkan. Tubuhnya sempat dibuang ke saluran pembuangan sebelum akhirnya dibawa ke kota Misrata. Di sana, jasad Khadafi dipamerkan di dalam sebuah lemari pendingin daging selama berhari-hari agar warga bisa melihat dan memastikan bahwa sang diktator benar-benar telah tiada.

Hal ini menjadi perdebatan dunia internasional karena dianggap melanggar hukum perang dan martabat manusia. Namun, bagi para pejuang pemberontak, itu adalah simbol kemenangan atas penindasan yang mereka rasakan selama puluhan tahun. 

Akhirnya, Khadafi dimakamkan di sebuah lokasi rahasia di tengah padang pasir agar makamnya tidak menjadi tempat pemujaan oleh para loyalisnya atau dirusak oleh musuh-musuhnya.

Kematian Muammar Khadafi menyisakan luka yang mendalam sekaligus ketidakpastian bagi Libya. Khadafi memang dikenal kejam, namun di bawah kepemimpinannya, Libya sempat menjadi salah satu negara dengan standar hidup tertinggi di Afrika berkat kekayaan minyaknya. Ia memberikan akses pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyatnya.

Namun, cara ia membungkam oposisi dan kontrol mutlaknya terhadap negara menjadi pemicu kebencian yang meledak di akhir hayatnya. Kepergiannya meninggalkan kekosongan kekuasaan yang membuat Libya hingga kini masih terjebak dalam konflik antar-faksi dan ketidakstabilan politik.

Kematian tragis di saluran drainase Sirte ini menjadi pengingat bagi para penguasa di seluruh dunia bahwa kekuasaan absolut sering kali berakhir dengan cara yang sama absolutnya dan terkadang sangat menyedihkan.

Dalam hal ini ikut Campur tangan pihak NATO, dan Amerika seakan akan ingin memberikan kebebasan kepada rakyat libya, setelah mereka tau bahwa libya mempunyai SDA yang melimpah terutama minyak. Bukan murni karna kemanusiaan, tapi karna ada udang di balik batu.

Belum ada Komentar untuk "Kejatuhan Sang Diktator: Detik-Detik Muammar Khadafi Terdesak NATO Hingga Tewas di keroyok Rakyatnya sendiri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Recommended for you