Terbongkar! Peran Amerika di Balik Hukuman Mati Saddam Hussein: Kenapa Rakyat Irak Sekarang Menyesal?
![]() |
Terbongkar! Peran Amerika di Balik Hukuman Mati Saddam Hussein: Kenapa Rakyat Irak Sekarang Menyesal? - Banyak yang mengira kematiannya akan membawa kedamaian, namun yang terjadi di Irak justru sebaliknya. Sejarah Timur Tengah mencatat tanggal 30 Desember 2006 sebagai salah satu momen paling dramatis dalam abad ke-21. Pada hari itu, dunia menyaksikan akhir perjalanan hidup Saddam Hussein, pria yang selama lebih dari dua dekade memimpin Irak dengan tangan besi.
DokumenternyaAlternatif
https://gofile.io/d/fJAuw4Channel Bahas Video ViralChannel Telegram
Kejatuhan Saddam Hussein dimulai jauh sebelum hari eksekusinya. Pada Maret 2003, Amerika Serikat memimpin koalisi internasional untuk menginvasi Irak dengan dalih kepemilikan senjata pemusnah massal (yang kemudian tidak pernah ditemukan). Baghdad jatuh dalam hitungan minggu, namun Saddam berhasil menghilang bak ditelan bumi.
Selama berbulan-bulan, pasukan koalisi melakukan pencarian intensif dalam operasi yang dinamakan Operation Red Dawn. Baru pada Desember 2003, Saddam Hussein ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.
Ia tidak ditemukan di istana megah, melainkan di sebuah lubang bawah tanah kecil sering disebut sebagai "lubang tikus". di sebuah peternakan di dekat kampung halamannya, Tikrit. Ia ditangkap tanpa perlawanan, dengan rambut kusut dan janggut tebal, sangat kontras dengan citranya yang dulu gagah dan tak terkalahkan.
Saddam Hussein kemudian diserahkan kepada pengadilan khusus Irak. Dakwaan utama yang menjatuhkannya adalah keterlibatannya dalam pembantaian 148 orang Syiah di kota Dujail pada tahun 1982, sebuah tindakan balas dendam setelah upaya pembunuhan terhadap dirinya gagal.
Setelah proses persidangan yang panjang dan penuh ketegangan, pengadilan menyatakan Saddam bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan alias HAM.
Ia dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Keputusan ini memicu reaksi beragam di seluruh dunia, sebagian merayakannya sebagai kemenangan demokrasi, sementara yang lain melihatnya sebagai tindakan balas dendam politik di bawah pengaruh asing. Lagi dan lagi dalangnya Mamarika.
Rekaman dokumenter yang beredar memperlihatkan momen-momen terakhir yang mencekam. Saddam Hussein digiring oleh para algojo bertopeng menuju tiang gantungan yang telah disiapkan di sebuah pangkalan militer di Baghdad.
Berbeda dengan musuh-musuhnya yang penuh emosi, Saddam tampak tenang dan menolak untuk mengenakan penutup mata hitam saat tali tambang dikalungkan ke lehernya.
Di saat-saat terakhirnya, suasana di ruangan tersebut sangat panas. Para saksi dan algojo terdengar meneriakkan ejekan dan nama musuh-musuh politiknya dalam bahasa Arab. Namun, Saddam tetap tegar dan sempat mengucapkan syahadat sebelum lantai di bawah kakinya terbuka.
Kematiannya dikonfirmasi tak lama kemudian, dan jasadnya dibungkus dengan kain putih sederhana sebelum dikembalikan kepada keluarganya.
Jasad Saddam Hussein diterbangkan ke Tikrit dan dimakamkan di tempat kelahirannya, Al-Awjah, pada tanggal 31 Desember 2006, bersandingan dengan makam anggota keluarganya yang lain.
Meskipun ia dikenal sebagai diktator yang kejam, pemakamannya dihadiri oleh banyak pendukung setianya yang merasa kehilangan sosok pemimpin kuat.
Menariknya, seiring berjalannya waktu, muncul narasi penyesalan di sebagian masyarakat Irak. Setelah kematian Saddam, Irak tidak lantas menjadi negara yang damai. Sebaliknya, negara tersebut terjebak dalam perang saudara berkepanjangan, munculnya kelompok teroris seperti ISIS, dan intervensi asing yang tak kunjung usai.
Banyak warga Irak yang kini hidup dalam ketakutan dan kerusuhan merindukan stabilitas meskipun otoriter yang dulu dirasakan di bawah pemerintahan Saddam.
Saddam Hussein meninggalkan warisan yang sangat kompleks. Di satu sisi, ia dikenal oleh negara barat merupakan seorang penindas yang tak segan membantai rakyatnya sendiri untuk mempertahankan kekuasaan.
Di sisi lain, ia dipandang oleh sebagian dunia Arab sebagai satu-satunya pemimpin yang berani berdiri tegak melawan dominasi Barat di Timur Tengah.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang betapa rapuhnya kekuasaan dan betapa mahalnya harga sebuah stabilitas nasional.
Eksekusi Saddam Hussein mungkin telah mengakhiri satu bab kediktatoran, namun ia juga membuka kotak pandora konflik yang hingga kini belum sepenuhnya tertutup di tanah Irak.

Saweria
Belum ada Komentar untuk "Terbongkar! Peran Amerika di Balik Hukuman Mati Saddam Hussein: Kenapa Rakyat Irak Sekarang Menyesal?"
Posting Komentar