Mentang-Mentang Anak Pengacara Terkenal, Pria Ini Tembak Teman di Depan Umum Lalu Ngancam Polisi Agar Bebas
![]() |
Mentang-Mentang Anak Pengacara Terkenal, Pria Ini Tembak Teman di Depan Umum Lalu Ngancam Polisi Agar Bebas - Dunia maya kembali digemparkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi kriminalitas luar biasa sadis di Kota Hatyai, Thailand.
Insiden ini menjadi sorotan tajam netizen mancanegara bukan hanya karena kekejamannya yang dilakukan di tempat umum, tetapi juga karena latar belakang pelakunya yang merupakan anak dari seorang pengacara terkemuka.
Kasus ini mencuatkan kembali isu mengenai arogansi keluarga pejabat atau figur berpengaruh yang merasa bisa melangkahi hukum. Peristiwa mengerikan ini melibatkan seorang pria berusia 37 tahun bernama Nitiphan Puangson. Dengan dingin, Nitiphan tega menghabisi nyawa temannya sendiri yang bernama Yongyut.
DokumenternyaAlternatif
https://gofile.io/d/xUztkKChannel Bahas Video ViralChannel Telegram
Kejadian ini berlangsung di tengah suasana santai sebuah restoran pada siang hari bolong, sekitar pukul 3 sore waktu setempat. Apa yang seharusnya menjadi momen nongkrong santai antar teman, justru berubah menjadi ajang eksekusi mati yang brutal dan tidak berprikemanusiaan.
Kronologi Eksekusi Dingin yang Terekam CCTV
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas di platform media sosial, kronologi insiden ini bermula saat Nitiphan, Yongyut, dan empat orang rekan lainnya sedang duduk berkumpul di sebuah meja restoran. Suasana awalnya tampak biasa saja, namun ketegangan mulai terbangun di bawah meja. Saat korban, Yongyut, sedang terlihat melamun dan tidak waspada, Nitiphan tiba-tiba mengeluarkan senjata api yang disembunyikannya.
Tanpa peringatan, ia melepaskan tembakan ke arah Yongyut dalam jarak dekat. Korban langsung tersungkur jatuh dari kursinya dalam kondisi kritis. Namun, kekejaman Nitiphan tidak berhenti sampai di situ. Dalam sebuah adegan yang tampak seperti di film-film kartel, pelaku dengan langkah sangat tenang berjalan menuju mobilnya yang diparkir di depan restoran. Bukan untuk melarikan diri, ia justru mengambil amunisi tambahan untuk mengisi ulang (reload) senjatanya.
Ia kemudian berjalan kembali masuk ke dalam restoran, menghampiri tubuh Yongyut yang sudah bersimbah darah dan tidak berdaya di lantai, lalu melepaskan beberapa tembakan "pemungkas" tepat di bagian vital hingga korban dipastikan tewas seketika di lokasi kejadian.
Aksi ini dilakukan di hadapan teman-temannya yang lain serta pelanggan restoran yang hanya bisa terpaku ketakutan. Karena pelaku memegang senjata api dan bertindak sangat agresif, tidak ada satu pun orang di lokasi yang berani melakukan intervensi atau mencoba menghentikan aksi sadis tersebut.
Motif Sepele dan Pengaruh Alkohol
Setelah melakukan aksi biadabnya, Nitiphan akhirnya menyerahkan diri ke Kepolisian Kota Hatyai. Dalam proses interogasi awal, terungkap bahwa motif di balik penembakan ini diduga kuat karena adanya perselisihan pribadi atau pertengkaran mulut yang terjadi saat mereka sedang berkumpul. Pelaku mengaku bahwa dirinya sedang berada di bawah pengaruh alkohol atau mabuk saat melakukan penembakan tersebut.
Namun, pengakuan ini tidak serta merta meredakan amarah publik. Banyak pihak menilai bahwa mabuk bukanlah alasan yang masuk akal untuk melakukan pengisian ulang peluru dan menembak korban berkali-kali secara sengaja. Hal ini justru mengindikasikan adanya niat membunuh yang sangat kuat dan terencana dalam waktu singkat.
Arogansi "Anak Pengacara" dan Ancaman Terhadap Hukum
Yang paling memicu kontroversi adalah sikap arogan yang ditunjukkan Nitiphan saat berada di kantor polisi. Bukannya menunjukkan rasa penyesalan atau kesedihan atas hilangnya nyawa sang teman, ia justru menunjukkan sikap seolah-olah dirinya tidak bersalah.
Bahkan, menurut laporan kepolisian, ia sempat mencoba mengintimidasi petugas dengan mengancam akan mengerahkan pengacara-pengacara paling terkenal di Thailand memanfaatkan jaringan ayahnya untuk menjamin pembebasannya.
Ia merasa bahwa status sosial dan koneksi hukum keluarganya bisa menjadi tameng untuk meloloskan diri dari jerat pidana. Fenomena "anak orang penting" yang bertindak semena-mena ini memicu reaksi keras dari masyarakat Thailand, yang mulai membanding-bandingkan kasus ini dengan kejadian serupa di negara lain, di mana keadilan seringkali bisa "dibeli" oleh mereka yang memiliki kuasa.
Respon Tegas Kepolisian Hatyai
Beruntung, pihak kepolisian setempat mengambil sikap yang sangat tegas. Kepala Kantor Polisi Hatyai, Kolonel Polisi Phum Phantip, secara terbuka memberikan pernyataan bahwa pihaknya tidak akan memberikan kelonggaran sedikit pun kepada tersangka. Kolonel Phum menegaskan bahwa selama proses penyelidikan berlangsung, ia tidak akan membiarkan Nitiphan dibebaskan dengan jaminan (bail) dalam bentuk apa pun.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga ke pengadilan dengan bukti-bukti kuat yang sudah mereka kantongi, terutama rekaman CCTV yang menjadi bukti tak terbantahkan. Langkah tegas ini diambil untuk menjaga integritas institusi kepolisian serta membuktikan kepada masyarakat bahwa hukum di Thailand tidak pandang bulu, sekalipun terhadap anak seorang praktisi hukum senior.
Kasus ini kini menjadi pengingat pahit tentang bagaimana emosi yang tidak terkendali, ditambah dengan kepemilikan senjata api dan rasa superioritas, dapat berujung pada tragedi yang menghancurkan banyak nyawa. Masyarakat kini menunggu keputusan akhir pengadilan untuk memastikan bahwa Nitiphan Puangson mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kekejaman yang telah ia lakukan.
Emang gak otak orang-orang arogan seperti ini, mereka dengan bebas melakukan tindakan kriminalitas dan memikirkan resikonya belakangan, karna merasa dirinya mempunya bekingan yang kuat. Hal ini bukan pertama kalinya, hal serupa juga sering terjadi di negara indonesia ini.
Tapi sayangnya kita yang hanya merupakan masyarakat biasa, dan tidak mempunyai pengaruh atau bekingan yang kuat tidak bisa berbuat banyak. Ya walaupun dunia ini memang tidak adil, dalam ajaran agama apapun, tindakan seperti ini selalu akan mendapatkan ganjaran dan karmanya sendiri suatu hari nanti. Jika tidak di dunia, maka di akhirat.
.jpeg)
Saweria
Belum ada Komentar untuk "Mentang-Mentang Anak Pengacara Terkenal, Pria Ini Tembak Teman di Depan Umum Lalu Ngancam Polisi Agar Bebas"
Posting Komentar